BANJIR & WARISAN?
Selasa
Saat banjir pertama menggenangi Kelapa Gading, hal itu dianggap hal yang lumrah, karena dipaksa oleh dalih jalan Sudirman saja banjir. Lalu, 5 tahun kemudian di tanggal dan bulan yang sama, si banjir pun hadir kembali, namun lebih dahsyat. Warga Kelapa gading pun berlapang dada dengan menganggapnya sebagai tamu 5 tahunani. Dan lagi-lagi dianggap suatu kewajaran.
Eh,eh, eh...belum 5 tahun, namun baru satu tahun berlangsung, akhirnya di tanggal yang lebih cepat satu hari tetapi di bulan yang sama, kok sudah datang nih banjirnya. Wajarkah?
Capek-capek nyari jawabannya dari Planologi, sampah, banjir kiriman hingga mafia pintu air, nyatanya lebih nyantol sama tulisan "PO" 06 August 2007 yang bertuliskan: "...bagi saya tidak masuk akal kalau milih Fauzi Bowo. Dia nggak pernah bilang apa maunya, cuman bilang mau meneruskan yang dulu, dengan pengalaman 30 tahun".
Ya sudah deh, namanya juga pewaris, jadi siap-siap saja bersahabat sama banjir sampai habis warisannya. Namun setelah dipikir-pikir, sekilas jadi terbesit untuk memilih pembesar kota dari ahli warisnya juga, dengan harapan akan tercipta lalu-lintas air. Supaya setiap hari serasa di istana bonekanya dufan.
Hebat, dimana planologi warisan, pengelola warisan, dan hasil warisan terasa kompak. Jangan lupakan warisan ya, biar sekalian tercipta lalu lintas diving, aau kota bawah air sekalian.
Eh,eh, eh...belum 5 tahun, namun baru satu tahun berlangsung, akhirnya di tanggal yang lebih cepat satu hari tetapi di bulan yang sama, kok sudah datang nih banjirnya. Wajarkah?
Capek-capek nyari jawabannya dari Planologi, sampah, banjir kiriman hingga mafia pintu air, nyatanya lebih nyantol sama tulisan "PO" 06 August 2007 yang bertuliskan: "...bagi saya tidak masuk akal kalau milih Fauzi Bowo. Dia nggak pernah bilang apa maunya, cuman bilang mau meneruskan yang dulu, dengan pengalaman 30 tahun".
Ya sudah deh, namanya juga pewaris, jadi siap-siap saja bersahabat sama banjir sampai habis warisannya. Namun setelah dipikir-pikir, sekilas jadi terbesit untuk memilih pembesar kota dari ahli warisnya juga, dengan harapan akan tercipta lalu-lintas air. Supaya setiap hari serasa di istana bonekanya dufan.
Hebat, dimana planologi warisan, pengelola warisan, dan hasil warisan terasa kompak. Jangan lupakan warisan ya, biar sekalian tercipta lalu lintas diving, aau kota bawah air sekalian.
Label: banjir, banjir jakarta, banjir warisan
