GLOBAL WARMING
Selasa
Jangan cuma bisa teriak anti pamer urat sampai pamer aurat, jika nyatanya suhu bumi memang sangat menyengat, dimana pakaian lengkap tak lagi nyaman untuk dikenakan dalam aktifitas sehari-hari. Meneriakkan pesan (yang katanya) moral agar berbusana lengkap nampaknya bisa jadi tak lagi rasional.
Oleh karenanya, jika kamu memang peduli dan kerapkali menyuarakan anti pamer urat dan aurat, maka mulailah dengan meminimalisir panas bumi. Mari memulainya dengan menanam pohon di halaman rumah, agar suhu bumi tak semakin membara. Yuk nanem pu'un.
Semoga halaman rumah kita bukan saja mengantisipasi global warming, namun juga menularkan semangat penghijauan kepada tetangga. Bukankah dengan itu, juga akan terbuka peluang ekspor dari kayanya tanah, air, udara dan letak geografis kita?
Bambu runcing, TKI, UKM, Mahasiswa dan rakyat peduli memang selalu dianggap kecil, namun bukankah hal-hal kecil itulah yang membuat kita tetap eksis sebagai Indonesia sampai saat ini? Bisa jadi, hijaunya tanaman di RT/RW kita jugalah yang akan menundukkan dunia. Karena apa? Global Warming memang butuh penghijauan.
Saya tak menjanjikan "kampanye moral" Anda akan sukses pasca itu, namun suara yang
Anda terhadap "anti pamer urat dan aurat" akan lebih enak dan rasional untuk di dengar pasca itu. Untuk menghasilkan 100, tidak harus dari 50+50? 1000 x 23 : 12398 - 2987683,4564 + 1 : 2 x 100 : 76738 x 0 + 100, maka hasilnya 100 juga toh.

Label: , ,

 
posted by richardâ„¢ at 18:24 | Permalink


0 Comments:


Earn money with Scour!
/ricat+astok/