GONG XI FAT CHAI
Selasa
Jika Anda tanya 2 nama orang paling baik kepada saya saat ini, maka dengan cepat akan saya berikan 2 nama orang Cina, namun jika Anda juga bertanya 2 nama orang paling brengsek kepada saya saat ini, maka dengan cepat juga akan saya berikan 2 nama orang Cina.
Sejak kecil, saya memang dibesarkan dalam lingkungan yang tak bisa terlepas dari orang Cina, bahkan tetangga di kiri-kanan-depan-belakang saat inipun orang Cina. Sewaktu kecil, saya tak bisa melupakan nilai-nilai kebaikan, kebenaran serta ketulusan hati om Benny dan keluarga yang sekarang menetap di Holland. Dan belakangan ini, nama om Sugia, Ibu serta seluruh keluarga begitu indah terpatri dalam hati saya, istri dan io, anak kami. Ada makna luar biasa yang tak terkatakan dalam kehidupan orang Cina yang memiliki nilai-nilai hidup, namun juga ada kebobrokan yang hobi menghalalkan segala cara, dari orang Cina yang busuk.
Itu sama halnya kok, dengan orang Batak, orang Ambon, Orang Jawa, orang Sunda, Orang Papua, dan ras lainnya, dimana ada yang busuk, ada yang sebatas baik, ada yang benar, dan ada yang split personality, atau "abu-abu". Lalu, kenapa harus marah, jika mendengar ungkapan cina lo? Atau jangan-jangan, ada Cina yang marah juga pada saya saat ini, karena tak disebut Tionghoa?
Walau tak begitu suka perannya sebagai aktor, namun saya salut pada pernyataan Ferry Salim dalam suatu wawancara yang mengatakan: "...saya biasa saja jika ada orang yang mengatakan Cina lo kepada saya. Pada kenyataannya, saya memang keturunan Cina... Saya menganggap, ucapan seperti itu layaknya orang lain saling mengatakan: "Jawa lo, Batak lo, Ambon lo, etc". Kira-kira, kurang lebihnya demikian isi wawancara tersebut. Analisa yang brilian.
Jika diamati lebih dalam, tingkat ke blo'onan dan kepandaian memang mempengaruhi reaksi seseorang terhadap konflik SARA. Semoga semakin banyak orang yang mau belajar, mau bergaul dan keluar dari "kotak-kotak"nya, serta giat menyatakan eksistensinya dalam negara yang plural ini, sehingga "kotak-kotak" SARA yang diagungkannya tak lagi manjur untuk dipolitisasi oleh politisi gombal. GONG XI FAT CHAI buat yang merayakan! Kalian punya kontribusi luar biasa atas negari ini. Silahkan rendah hati, bukan rendah diri! Kamsia!!
Sejak kecil, saya memang dibesarkan dalam lingkungan yang tak bisa terlepas dari orang Cina, bahkan tetangga di kiri-kanan-depan-belakang saat inipun orang Cina. Sewaktu kecil, saya tak bisa melupakan nilai-nilai kebaikan, kebenaran serta ketulusan hati om Benny dan keluarga yang sekarang menetap di Holland. Dan belakangan ini, nama om Sugia, Ibu serta seluruh keluarga begitu indah terpatri dalam hati saya, istri dan io, anak kami. Ada makna luar biasa yang tak terkatakan dalam kehidupan orang Cina yang memiliki nilai-nilai hidup, namun juga ada kebobrokan yang hobi menghalalkan segala cara, dari orang Cina yang busuk.
Itu sama halnya kok, dengan orang Batak, orang Ambon, Orang Jawa, orang Sunda, Orang Papua, dan ras lainnya, dimana ada yang busuk, ada yang sebatas baik, ada yang benar, dan ada yang split personality, atau "abu-abu". Lalu, kenapa harus marah, jika mendengar ungkapan cina lo? Atau jangan-jangan, ada Cina yang marah juga pada saya saat ini, karena tak disebut Tionghoa?
Walau tak begitu suka perannya sebagai aktor, namun saya salut pada pernyataan Ferry Salim dalam suatu wawancara yang mengatakan: "...saya biasa saja jika ada orang yang mengatakan Cina lo kepada saya. Pada kenyataannya, saya memang keturunan Cina... Saya menganggap, ucapan seperti itu layaknya orang lain saling mengatakan: "Jawa lo, Batak lo, Ambon lo, etc". Kira-kira, kurang lebihnya demikian isi wawancara tersebut. Analisa yang brilian.
Jika diamati lebih dalam, tingkat ke blo'onan dan kepandaian memang mempengaruhi reaksi seseorang terhadap konflik SARA. Semoga semakin banyak orang yang mau belajar, mau bergaul dan keluar dari "kotak-kotak"nya, serta giat menyatakan eksistensinya dalam negara yang plural ini, sehingga "kotak-kotak" SARA yang diagungkannya tak lagi manjur untuk dipolitisasi oleh politisi gombal. GONG XI FAT CHAI buat yang merayakan! Kalian punya kontribusi luar biasa atas negari ini. Silahkan rendah hati, bukan rendah diri! Kamsia!!
Label: gong xi fat chai
