RASISvsANUGRAH
Selasa

Heran juga, jika bisa berbicara mengenai betapa besarnya, agungnya, hebatnya, dan segala hal yang ingin menunjukkan besarnya kuasa dan kasih Tuhan yang disembahnya, namun dalam realita kehidupan sehari-harinya masih membedakan putih-hitam, pribumi-keturunan.
Pertanyaannya singkat saja, bukankah terjalinnya hubungan antara manusia yang berdosa dengan Tuhan yang kudus adalah suatu anugrah? Jika seorang manusia memang merasa dilayakkan hanya karena anugrah-Nya, lalu apa yang menyebabkan seseorang dapat merasa lebih dari orang yang lainnya? Bukankah saat anugrah-Nya mengalir, maka yang bersangkutan merasakan suatu kemurahan, dimana dirinya diterima apa adanya oleh-Nya? Jika Ia yang Kudus dapat menerimanya yang berdosa, lalu kenapa si penerima anugrah tak dapat menerima perbedaan warna kulit, bentuk mata, ...?
Akhirnya, mungkin kita hanya perlu bertanya, sebenarnya anugrah itu benar-benar telah mengalir, atau sekedar pura-pura mengalir? Bisa jadi, ini satu lagi masukan untuk melihat orang yang benar-benar ber-Tuhan, atau pura-pura ber-Tuhan?
Pertanyaannya singkat saja, bukankah terjalinnya hubungan antara manusia yang berdosa dengan Tuhan yang kudus adalah suatu anugrah? Jika seorang manusia memang merasa dilayakkan hanya karena anugrah-Nya, lalu apa yang menyebabkan seseorang dapat merasa lebih dari orang yang lainnya? Bukankah saat anugrah-Nya mengalir, maka yang bersangkutan merasakan suatu kemurahan, dimana dirinya diterima apa adanya oleh-Nya? Jika Ia yang Kudus dapat menerimanya yang berdosa, lalu kenapa si penerima anugrah tak dapat menerima perbedaan warna kulit, bentuk mata, ...?
Akhirnya, mungkin kita hanya perlu bertanya, sebenarnya anugrah itu benar-benar telah mengalir, atau sekedar pura-pura mengalir? Bisa jadi, ini satu lagi masukan untuk melihat orang yang benar-benar ber-Tuhan, atau pura-pura ber-Tuhan?
Label: anugrah, rasis, rasis vs anugrah
