SUKSESNYA PENGHIANAT
Selasa
John C.Maxwell menuliskan: "sukses tidak dibangun dalam sehari, namun setiap hari". Dalam mencapai suatu tujuan, pastilah melewati suatu proses. Dalam proses itulah seseorang maupun kelompok memainkan kepentingannya, baik kepentingan buruk, kepentingan sebatas baik atau kepentingan benar. Itulah realita yang perlu disadari, dimana kepentingan bermain.
Sangat disayangkan memang, apabila kepentingan benar dibunuh demi mencapai suatu tujuan dalam suatu proses. Perhatikan orang di sekitar Anda, baik keluarga, pimpinan, anak buah, rekan sekerja, teman, sahabat atau orang yang memusuhi Anda, lalu cermati kepentingan yang sedang dimainkannya, dan waspadalah serta nikmatilah kepentingannya. Sangat disayangkan memang, karena sebagai manusia kita memiliki keterbatasan untuk memahami semuanya, walau kita sudah berusaha sekuat mungkin waspada dan menikmatinya. Dan umumnya, yang sering kali membuat kita "kecolongan" adalah kemunafikan para penghianat yang memiliki kemasan baik dihadapan kita, namun ternyata "menusuk dari belakang". Inilah yang paling berbahaya, dan hampir tidak ada yang bisa saya katakan untuk pengalaman pahit seperti ini selain berkata: "terkutuklah", disertai dengan pengharapan agar perkataan ini terealisasi atasnya, sehingga ia atau mereka menjadi "hakal dama" (tanah berdarah).
Salahkah saya? Silahkan menganggap ini sebagai suatu kedangkalan berfikir atau kesalahan menurut nilai-nilai Anda yang sangat tinggi, namun setidaknya saya berusaha jujur mengatakan isi hati ini, dan berkaca agar saya tak perlu memainkan kepentingan buruk atau sebatas baik yang melakukan penghianatan demi sukses dalam proses tiap-tiap hari ketika mencapai suatu tujuan.
Sangat disayangkan memang, apabila kepentingan benar dibunuh demi mencapai suatu tujuan dalam suatu proses. Perhatikan orang di sekitar Anda, baik keluarga, pimpinan, anak buah, rekan sekerja, teman, sahabat atau orang yang memusuhi Anda, lalu cermati kepentingan yang sedang dimainkannya, dan waspadalah serta nikmatilah kepentingannya. Sangat disayangkan memang, karena sebagai manusia kita memiliki keterbatasan untuk memahami semuanya, walau kita sudah berusaha sekuat mungkin waspada dan menikmatinya. Dan umumnya, yang sering kali membuat kita "kecolongan" adalah kemunafikan para penghianat yang memiliki kemasan baik dihadapan kita, namun ternyata "menusuk dari belakang". Inilah yang paling berbahaya, dan hampir tidak ada yang bisa saya katakan untuk pengalaman pahit seperti ini selain berkata: "terkutuklah", disertai dengan pengharapan agar perkataan ini terealisasi atasnya, sehingga ia atau mereka menjadi "hakal dama" (tanah berdarah).
Salahkah saya? Silahkan menganggap ini sebagai suatu kedangkalan berfikir atau kesalahan menurut nilai-nilai Anda yang sangat tinggi, namun setidaknya saya berusaha jujur mengatakan isi hati ini, dan berkaca agar saya tak perlu memainkan kepentingan buruk atau sebatas baik yang melakukan penghianatan demi sukses dalam proses tiap-tiap hari ketika mencapai suatu tujuan.
Label: penghianat, sukses, suksesnya penghianat
