UANG, TUHAN, BERTUHAN?
Selasa
Seberapa pentingkah uang dalam kehidupan Anda? Kiyosaki mengatakan: "bukan kita yang bekerja untuk uang, namun uang yang bekerja untuk kita". Hebatnya, pernyataan tersebut bukan meredam orang untuk mencari uang, namun justru sebaliknya. Dalam Perjanjian baru dari kitab ke-Kristenan pun dituliskan banyak sekali kejahatan yang terkait dengan uang, bahkan sampai saat ini, sebagai pemegang award negara terkorup dalam berbagai versi, kita pun diperkenalkan dengan istilah UUD, alias Ujung Ujungnya Duit/Uang. Melalui uang, seseorang dapat dihormati. Melalui uang, seseorang dapat dicintai. Melalui uang, seseorang bisa mendapat sahabat. Melalui uang, banyak yang dapat dimiliki. Saya mengatakannya dapat, bukan berarti mutlak. Nyatanya, memang tak semuanya bisa didapatkan dengan uang. Bernarkah?
Ketika berbicara mengenai sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang, bisa jadi pikiran kita langsung tertuju pada sesuatu yang berkaitan dengan Tuhan. Florence Bulle dalam "Berbagai Tipuan Dalam Gereja", mengambil analisa para psikolog untuk bukunya, yang mengatakan: "Apa yang mengikat dirimu, menguasai dirimu". Berkenaan dengan itu, ada satu hal yang menjadi tanya besar dalam hidup saya, yaitu kaitan uang dengan orang-orang yang aktif dalam kegiatan yang beraroma ke-Tuhanan. Bukankah Tuhan tak memerlukan uang? Bukankah cinta kasih, kebaikan sampai kebenaran yang diekspresikan kaum ber-Tuhan, baik vertikal maupun horizontal seharusnya tak dikendalikan oleh uang? Bukankah tujuan dari ber-Tuhan adalah melayani Tuhannya, guna "extend the kingdom of God"? Benarkah demikian?
Seorang pemimpin rohani tingkat nasional mengatakan kepada saya: "kamu harus belajar peta kekuasaan". Yang lainnya mengatakan: "...jika mau eksis hidup di luar (luar negri) sini, aktif saja di bidang agama". Apa maksud dibalik pernyataan-pernyataan tersebut? Tak perlu menjawabnya, selain hanya perlu kontemplasi diri sambil berharap, agar aktifitas ke-Tuhanan saya tak diikat hingga dikendalikan oleh uang. Yang saya katakan dikendalikan uang, bukan tak butuh uang. Dengan demikian kita dapat mengatakan, Uang bukanlah segala-galanya. Lain halnya jika sampai money laundring berbalutkan agama, itu mah urusan KPK
 
posted by richardâ„¢ at 18:32 | Permalink


0 Comments:


Earn money with Scour!
/ricat+astok/