"Yang aus, yang aus, yang aus" teriak pedagang minuman, yang pastinya bukan waralabanya hard rock cafe.
"Minum boss?", tanya sang penjual minuman kepada saya dengan sedikit tersenyum.
"Nggak mas, ini banyak air hujan", jawab saya tersenyum bercampur jengkel.
Sejenak saya berfikir, sambil mulai merasa melankolis mengingat banyak hal, dan kemudian bertanya dalam hati, demikian: "dalam suasana rintik-rintik, kegelapan, dan perlindungan rumah reot, kumuh dan sedikit bau seperti ini, masih saja sebuah kepentingan yang menyapa. Jika saja sang si mas itu tak sedang berdagang, apakah ia masih menyapa saya?".
Entahlah, dalam kesendirian dan kegelapan, kita memang sering bertanya akan banyak hal". Hampir satu jam sudah, dan saya mulai terbiasa dengan suasana ini. Sayangnya, ada sesuatu yang tak bisa dibodohi, yaitu perasaan. Entah apa yang bergejolak dalam hati, seperti diam tertunduk, namun ingin menghantam, menghujam sesuatu.
Tertunduk saya, dan hanya bisa menatap tanah yang kotor dalam kesendirian. Ingin rasanya menembus rintik-rintik hujan dan kegelapan, namun tetap saja tak saya lakukan. Entahlah, kegelapan seakan membuatku ciut.
Tiba-tiba ponsel berdering, dan suara yang khas terdengar. Ponsel ditutup, dan tak berapa lama dibandingkan lamanya saya berdiri di tempat itu, akhirnya sebuah mobil yang tak asing hadir di kejauhan. Seseorang turun, membawakan payung, melemparkan senyum, dan menjemput saya untuk keluar dari kegelapan. Sahabat memang ada, walau dalam kegelapan sekalipun. Terima kasih sahabat.
Label: sahabat, sahabat dalam gelap
At 22 Juli, 2008 22:41, Raynata...
mungkin karena mereka tidak cakap bicara malah mereka itu bisa benar-benar merasakan dan memaknai apa sebenarnya makna dari eksistensi kita bagi sesama kita...
manusia datang dalam ketidaksempurnaannya dan terus mencoba menjadi yang paling sempurna yang ia bisa untuk orang-orang yg mendapat tempat khusus di hatinya..termasuk untuk selalu ada bagi mereka...
paling nda itu yang aku percaya..
At 23 Juli, 2008 14:02, richard google
Thanks Ray!
Kesimpulan saya, mungkin cakap-cakap soal Tuhan tak dapat di profesionalkan. Kenapa demikian? He he he ... liat aja para rohaniawan yang bisa menunduk sampai menyentuh dengkulnya saat berhadapan dengan umatnya (bukan umatNYA) yang seorang CEO. Sedangkan yang asetnya masih dibawah nominal "M", masa bodo amat.
Mungkin, rolemodel itu yang ditiru "umatnya" itu. he he he...marketing sorga yang tak ubahnya agen asuransi.
Hahahaha... beberapa orang tidak percaya akan adanya sahabat sejati. bagi mereka hanya Tuhanlah sahabat sejati...
ada sebuah frase yg pernah gw denger "trust Will always end with betrayal" sebuah pernyataan yg kalo diperhatiin ternyata seperti sebuah kebenaran.
Pengkhianatan disebut demikian jika yg melakukannya adalah orang yg paling dekat dengan kita. dan rasa sakit yg menyertainya juga lebih sakit karena yg melakukannya adalah orang yg dekat dengan kita.
Sahabat adalah manusia yg tidak lepas dari kesalahan dan kelemahan. memang sahabat pasti bisa menyakitkan kita, tapi saat sahabat kita menyakiti kita namun kita masih bisa memaafkan dan tetap mau menjadi sahabatnya, mungkin itulah makna sahabat yg sebenarnya.
terlalu banyak kata 'sahabat' yg gw pake mungkin bikin bingung... ^_^
At 23 Juli, 2008 16:07, richard google
ha ha ha sahabat gua kan bajingan semua (versi jonny).
Dan mereka mengimpartasikan all about Tuhan, bukan sekedar membicarakannya.
soal pengharapan, gua emang kecewa berat sama sahabat-sahabat gua untuk kasus 40M, karna nggak ada yang niat bagi-bagi ke gua.
ha ha ha (again)... bukan soal ngarep-ngarep lah Faith, intinya yang gua obrolin sama Ray adalah, lebih baik mengimpartasikan, daripada sekedar cakap-cakap. wkwkwkwk ... udah kayak kang khotbah panggilan gitu ganti. sekali cuap-cuap, gopek ditangan.
At 24 Juli, 2008 13:31, richard™
bisa aje ngeleznye ...
gonzaga: pinter
gunadharma: ngeleznya hebat
anak gonz masuk gundar = jago ngelez
wkwkwkwk *weka weka weka weka...*
j/k Dun ...
btw, jadi inget karyo. dulu gua pernah tanya ke dia begini: "lulus S1, lo mau ngapain?
karyo menjawab: "serpis monitor..."
weka weka weka weka ...kwak kwak kwak ... Sorry yok, becanda gua. nyatanya, sekarang kan elu jadi juragan baby harley... HIDUP KARYO!!! Ngomong2x, si karyo jadi make printing gua nggak nih? ; )
At 25 Juli, 2008 18:44, richard™
weks, si Faithulah Hamdun bermutasi jadi Maurizio_09 *bagian dari ngelez niy? j/k
BS? Temen gua ada yg namanya Sahat. Waktu gua maen kerumahnya, adeknya ada yang mangil begini:
adik kesatu: "bang sat..bang sat.."
adik kedua: "bs, darimana aja lu?"
sebagai kawan yang berusaha jadi sahabat buat si bang sat, gue ngomong gini:
"lo pake nama lo yang Kenan aja"?
Eh dia ngejawab: "jadi bang ke dong gua..."?
Pusing dah. Emang udah jelek dari "bibitnya" (tanda kutip) tuh si Sahat. upsss...
btw, udah di eropa dia. Palingan bentar lagi blog ini dikerjain ama dia. Bang sat...jangan ya * ha ha ha... tenang aja dun, nggak sempet nge-blog dia, bukunya yg segede-gede bagong belom abis dia baca.



yup..setuju..kadang-kadang di ujung hari kita, jadi sadar kalau ada seseorang yang selalu ada buat kita..for better for worse...
salam kenal,,,